RSS

Pengalaman Pemuda dan Sosialisasi



Akhir-akhir ini, hampir setiap media massa mengkaji berita tentang tawuran atau kekerasan antarpelajar. Hal ini telah menjadi bahan perbincangan publik yang tiada hentinya. Tawuran antar pelajar sudah sangat sering terjadi, bahkan telah membudaya dan turun temurun sejak beberapa tahun terakhir ini. Memang sungguh merupakan fenomena yang memprihatinkan bagi kita semua. Tawuran pelajar ini merupakan salah satu bentuk sikap negatif pemuda khususnya di kalangan pelajar yang meresahkan masyarakat.Kurangnya pemahaman mengenai rasa bersosialisasi antar manusia mengakibatkan seorang pemuda mempunyai rasa  bangga karena banyak kawan dan merasa diri popular, mempunyai kekuatan fisik, kelihaian, dan sebagainya. Namun hal seperti itulah yang akan membuat pemuda tersebut terlihat bodoh. Dengan melihat fenomena yang  memprihatinkan ini, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk mencoba mencari solusi atau jawaban atas realita yang ada. Tawuran atau kekerasan antarpelajar kini harus dicegah, karena masa depan bangsa ini sesungguhnya ada di tangan mereka.

Tanggapan:
Menurut pendapat saya tentang contoh kasus diatas adalah biasanya tawuran disebabkan dari beberapa faktor diantaranya faktor lingkungan, faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor diri sendiri.
Maka dari itu perlunya pembinaan khusus dari pihak sekolah kepada anak didiknya. Jika dibiarkan tradisi turun-menurun ini akan terus berlanjut sampai ke generasi berikutnya, jika perlu diadakannya perjanjian perdamaian antar sekolah. Dan pentingnya juga perhatiaan dari masing-masing orang tua terhadap perkembangan anaknya di usia remaja.

Pengalaman Individu, Masyarakat dan Keluarga


Dunia Anak Tercemar Narkoba

Tidak pandang umur kini narkoba telah menyebar luas ke kalangan remaja dan anak-anak zaman sekarang,di antara mereka yang terkena narkoba berumur 14 tahun . anak- anak usia dini yang terkena narkoba diakibatkan karena cara bergaul mereka yang tanpa disadari menjerumus ke arah narkoba.
Namun tak bisa dipungkiri anak-anak turut menjadi korban obat-obatan terlarang. Ironisnya, mereka yang rentan terkena kasus narkoba ini biasanya akibat pengaruh lingkungan seperti mereka yang biasa hidup di jalan dan permukiman kumuh.Menurut penelitian organisasi perburuhan internasional sekitar 20 persen anak-anak di Jakarta terlibat dan menjadi korban narkoba.
Kendati data pertahunnya tersangka kasus anak-anak menurun namun tetap saja mengkhawatirkan. Para pengguna narkoba ini biasanya menunjukkan gejala menyendiri takut dengan orang lain, mudah tersinggung dan sulit diajak bicara. Tentunya peran masyarakat harus lebih besar dalam mencegah peredaran barang haram ini.

Pengalaman Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan



Konser Kolosal Angklung Digelar di Beijing



BEIJING, KOMPAS.com--Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) akan menggelar konser kolosal 10 ribu angklung di Beijing, akhir Mei 2013.
Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Bondan Gunawan di Beijing, Kamis, mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan China.
"Diplomasi itu aspeknya banyak, ada antarpemerintah, antarpelaku bisnis, dan antarmasyarakat. Diplomasi antarmasyarakat terdiri atas bidang budaya, olahraga dan ilmu pengetahuan. Konser kolosal angklung ini merupakan bentuk diplomasi budaya," katanya menjelaskan.
Bondan mengatakan gagasan untuk menggelar konser kolosal 10 ribu angklung telah dimulai sejak satu hingga dua tahun lalu.
"Konser akan digelar di lapangan terbuka, dan dimainkan oleh 10 ribu orang yang sebagian besar adalah pelajar, mahasiswa serta warga masyarakat China," ungkap Bondan.
Namun, ada pula yang berasal dari masyarakat keturunan Tionghoa dari Kalimantan, Surabaya sekitar 500 orang yang akan bergabung dalam konser kolosal 10 ribu angklung tersebut, lanjutnya.
Konser kolosal 10 ribu angklung juga akan dicatatkan pada Guiness Book of Records. "Sebelumnya telah ada konser kolosal 5.000 angklung yang digelar perwakilan Indonesia di Amerika Serikat pada 2011," kata Bondan.
Direktur Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia "The Intangible Heritages" UNESCO.
"Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. Maka itu, kita terus berupaya agar angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan ," katanya.
Dalam konser kolosal angklung di Beijing Mei mendatang selain mengerahkan 10 ribu angklung, Saung Angklung Udjo juga mengirimkan 40 orang untuk ikut terlibat.
"Selama konser kolosal angklung itu, akan dilantunkan enam hingga tujuh lagu baik lagu Indonesia maupun China, yang akrab di telinga masyarakat masing-masing kedua negara, seperti `Ayo Mama` dari Indonesia atau `Yue Liang Dai Biao Wo De Xin` lagu dari China," katanya.
Taufik menambahkan, "Kami juga akan membawakan lagu yang agak sulit seperti lagu dari Queen. Kami ingin menunjukkan bahwa alat musik angklung mampu memainkan aransemen musik yang agak rumit,".

Tanggapan :

Dari contoh kasus diatas dapat dilihat bahwa kebudayaan Indonesia telah mampu mendunia. Ini membuktikan bahwa budaya Indonesia yang beragam tidak boleh dipandang sebelah mata dan budaya Indonesia juga mampu tampil di pentas dunia, supaya masyarakat dunia tahu kebudayaan Indonesia yang beragam.

Kita patut berbangga akan ini. Apalagi yang bermain alat musik angklung di konser kolosal angklung yang digelar di Beijing, China tersebut kebanyakan adalah warga China sendiri. Seperti juga yang terlihat pada gambar diatas tampak wisatawan asing pun terlihat antusias memainkan alat musik tradisional ini. Ini membuktikan bahwa alat musik ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para warga negara asing untuk memainkannya.

Konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia "The Intangible Heritages" UNESCO. Karena seperti yang dikatakan oleh Direktur Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat bahwa "Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. "

Maka dari itu, kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan  budaya ini harus terus berupaya agar budaya Indonesia termasuk angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan.

Pengalaman ISD sebagai MKDU



Manfaat Sosialisasi dan Berjejaring
Dalam bersosialisasi, tiap orang punya cara sendiri. Hal itu lagi-lagi tergantung pada kepribadian masing-masing orang. Kepribadian yang ekstrovert (terbuka) jelas lebih mudah bersosialisasi ketimbang yang introvert (tertutup). Akan tetapi kalau melihat tipe kepribadian KSMP atau DISC, maka yang sanguin atau influence tampaknya bakal lebih mudah menjalin hubungan dengan lebih banyak orang.

Di sini juga terletak apa yang dinamakan defence mechanism. Secara teoretis, dalam psikologi pengertiannya adalah suatu sistem mekanisme yang bekerja ketika ”aku” atau ”ego” terserang. Batasan terserang inilah yang membuat munculnya apa yang disebut ”ranah privat”. Dalam ”ranah privat”, individu menyimpan rapat-rapat apa pun yang ada di dalamnya dan tidak boleh seorang lain pun tahu tanpa seizinnya.

Nah, saat bersosialisasi, tentu kita akan membuka diri kepada orang lain untuk masuk ke dalam ranah privat kita. Karena selain memperkenalkan diri, tentunya kita akan memberikan cara bagi orang yang menjadi lawan bicara untuk dapat mengontak kita di kemudian hari. Makin sempit ranah privat seseorang, makin aman dia dalam kehidupannya. Artinya, ia tidak memiliki ”rahasia hidup” yang harus disembunyikannya sedemikian rupa.

Orang yang mudah bersosialisasi juga berarti pribadi yang berpikiran terbuka (open mind), memiliki rasa toleransi tinggi sehingga sanggup menerima perbedaan, dan tentunya mudah menerima hal baru. Dengan demikian, ia akan dapat dengan ringan menjalin hubungan baru karena dalam hidupnya segala sesuatu ’baik-baik saja’.

Harus diingat, ’baik-baik saja’ bukan berarti ’tidak ada masalah’, namun yang bersangkutan mampu menanganinya dengan baik. Secara internal, kejiwaannya sehat sehingga defense mechanism-nya bekerja minimal. Memang, tidak ada hidup yang sempurna. Semua pasti punya masalah pribadi. Namun bagi yang berpribadi kuat dan berjiwa sehat, masalah pribadi itu tidak sampai mengemuka ke ranah publik.

Artinya, ia tidak perlu membawa-bawa masalah di rumah ke kantor misalnya. Ini tentu akan berimbas pada sifat profesional yang antara lain terwujud dengan sikap menghargai orang lain. Namun di atas itu semua, ia justru lebih menghargai diri sendiri dengan proporsi sepantasnya. Karena bila berlebihan maka ia lantas jatuh lagi pada penyakit kejiwaan lain yaitu narcissisme.

Manfaat bersosialisasi tentu banyak, karena bagaimanapun kita sebagai manusia memang membutuhkan orang lain. Akan tetapi, kerap kali dalam hidup kita dapati orang-orang yang tidak mau bersosialisasi. Mereka seolah tidak membutuhkan orang lain. Padahal, sebenarnya itu mereka lakukan karena takut masalah pribadi mereka yang disimpan rapat di ranah privatnya terekspos ke ranah publik.

Di sini kita sering lupa, bahwa kita sendiri sebenarnya berhak menentukan sampai seberapa jauh orang lain dapat masuk ke ranah privat kita, tanpa harus menghindarinya sama sekali. Karena bila kita menolak sama sekali orang lain masuk, maka kita menjadi makhluk asosial yang aneh. Dengan pengertian itu, maka seharusnya kita tahu bahwa orang lain yang terhubung ke kita memiliki tingkatan. Ada yang kita anggap bak saudara sendiri, sahabat, karib, teman dekat, teman kantor, teman organisasi, teman bisnis, teman biasa, teman masa sekolah, pacar, pasangan hidup, temannya teman, atau sekedar pernah ketemu. Bahkan di era web 2.0 itu muncul lagi istilah teman virtual atau teman di dunia maya. Ada teman chatting, teman Friendster atau teman FaceBook. Bisa juga ada kategori teman tapi mesra, hehehe.

Itu semua sebetulnya cuma menunjukkan kalau kita sejatinya bisa punya banyak kategori teman. Tapi mereka yang asosial rupanya beranggapan hanya ada satu jenis teman dan itu berbahaya karena akan masuk ke ranah privat mereka. Padahal, bersosialisasi akan memudahkan membentuk jejaring. Dan mereka yang pandai berjejaring, bisa dipastikan lebih mudah meraih kesuksesan dalam hidup.

Teman atau jaringan yang kita punya akan menolong kita tanpa pamrih. Kalaupun ada imbalan yang diberikan, sifatnya mutualisme atau sama-sama untung. Dalam segala hal di kehidupan, makin banyak teman maka akan makin mudah seseorang mencapai kebutuhannya. Misalnya saja saat butuh tiket pesawat murah, kalau punya teman di maskapai penerbangan atau agen perjalanan tentu Anda akan dibantu mencarikannya tanpa jasa tambahan. Anda bisa mencari sendiri contoh-contoh semacam itu. Itulah antara lain manfaat bersosialisasi dan berjejaring.

Tanggapan :

Manusia sebagai makhluk sosial memang sudah seharusnya kita berinteraksi, bergaul, dan berkumpul dengan manusia lainnya. Karena ini memang sudah kodrat yang dimiliki manusia itu sendiri. Mulai dari kita lahir dan bertemu dengan orang-orang yang pertama kali kita jumpai di dunia, kita membutuhkan orang yang dapat membantu persalinan ibu kita agar ibu dan bayi yang akan lahir selamat.  Sampai ketika kita meninggal dan terakhir kali melihat orang-orang yang kita sayangi, kita sangat membutuhkan orang yang mengurusi pemakaman, untuk memandikan jenazah, mengkafani jenazah, dan lain-lain karena orang yang sudah meniggal tak akan mungkin mengurusi pemakamannnya sendiri.  Tak akan lepas dari peranan kita sebagai makhluk sosial.

Manfaat bersosialisasi dan mempunyai banyak teman memang banyak, karena bagaimanapun kita sebagai manusia memang membutuhkan orang lain. Akan sangat bagus jika kita mejadi pribadi yang mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik. Bukan menjadi makhluk asosial yang berpura-pura tidak membutuhkan orang lain. Karena dengan bersosialisasi akan memudahkan membentuk jejaring. Dan mereka yang pandai berjejaring, bisa dipastikan lebih mudah meraih kesuksesan dalam hidup.

Mengapa saya berkata demikian? Karena seperti yang sudah dikutip dari wacana di atas bahwa teman atau jaringan yang kita punya akan menolong kita tanpa pamrih. Kalaupun ada imbalan yang diberikan, sifatnya mutualisme atau sama-sama untung. Dalam segala hal di kehidupan, makin banyak teman maka akan makin mudah seseorang mencapai kebutuhannya. Misalnya saja saat butuh tiket pesawat murah, kalau punya teman di maskapai penerbangan atau agen perjalanan tentu Anda akan dibantu mencarikannya tanpa jasa tambahan. Anda bisa buktikan sendiri. Tapi tentunya hal ini hanya bisa dibuktikan jika teman anda itu orang baik dan bukan berniat untuk mencelakakan anda.

Karena proses sosialisasi itu sangat penting, maka Ilmu Sosial Dasar patut diberikan di berbagai jenjang pendidikan termasuk di perguruan tinggi. Di perguruan tinggi Ilmu Sosial Dasar patut dijadikan sebagai Mata Kuliah Dasar Umun (MKDU). Karena dengan adanya mata kuliah ini diharapkan para mahasiswa dapat menjadi pribadi sosial yang baik dan dapat menjadi lulusan yang baik pula.

Jumat, 02 Januari 2015

Pengalaman Pemuda dan Sosialisasi



Akhir-akhir ini, hampir setiap media massa mengkaji berita tentang tawuran atau kekerasan antarpelajar. Hal ini telah menjadi bahan perbincangan publik yang tiada hentinya. Tawuran antar pelajar sudah sangat sering terjadi, bahkan telah membudaya dan turun temurun sejak beberapa tahun terakhir ini. Memang sungguh merupakan fenomena yang memprihatinkan bagi kita semua. Tawuran pelajar ini merupakan salah satu bentuk sikap negatif pemuda khususnya di kalangan pelajar yang meresahkan masyarakat.Kurangnya pemahaman mengenai rasa bersosialisasi antar manusia mengakibatkan seorang pemuda mempunyai rasa  bangga karena banyak kawan dan merasa diri popular, mempunyai kekuatan fisik, kelihaian, dan sebagainya. Namun hal seperti itulah yang akan membuat pemuda tersebut terlihat bodoh. Dengan melihat fenomena yang  memprihatinkan ini, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk mencoba mencari solusi atau jawaban atas realita yang ada. Tawuran atau kekerasan antarpelajar kini harus dicegah, karena masa depan bangsa ini sesungguhnya ada di tangan mereka.

Tanggapan:
Menurut pendapat saya tentang contoh kasus diatas adalah biasanya tawuran disebabkan dari beberapa faktor diantaranya faktor lingkungan, faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor diri sendiri.
Maka dari itu perlunya pembinaan khusus dari pihak sekolah kepada anak didiknya. Jika dibiarkan tradisi turun-menurun ini akan terus berlanjut sampai ke generasi berikutnya, jika perlu diadakannya perjanjian perdamaian antar sekolah. Dan pentingnya juga perhatiaan dari masing-masing orang tua terhadap perkembangan anaknya di usia remaja.

Pengalaman Individu, Masyarakat dan Keluarga


Dunia Anak Tercemar Narkoba

Tidak pandang umur kini narkoba telah menyebar luas ke kalangan remaja dan anak-anak zaman sekarang,di antara mereka yang terkena narkoba berumur 14 tahun . anak- anak usia dini yang terkena narkoba diakibatkan karena cara bergaul mereka yang tanpa disadari menjerumus ke arah narkoba.
Namun tak bisa dipungkiri anak-anak turut menjadi korban obat-obatan terlarang. Ironisnya, mereka yang rentan terkena kasus narkoba ini biasanya akibat pengaruh lingkungan seperti mereka yang biasa hidup di jalan dan permukiman kumuh.Menurut penelitian organisasi perburuhan internasional sekitar 20 persen anak-anak di Jakarta terlibat dan menjadi korban narkoba.
Kendati data pertahunnya tersangka kasus anak-anak menurun namun tetap saja mengkhawatirkan. Para pengguna narkoba ini biasanya menunjukkan gejala menyendiri takut dengan orang lain, mudah tersinggung dan sulit diajak bicara. Tentunya peran masyarakat harus lebih besar dalam mencegah peredaran barang haram ini.

Pengalaman Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan



Konser Kolosal Angklung Digelar di Beijing



BEIJING, KOMPAS.com--Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) akan menggelar konser kolosal 10 ribu angklung di Beijing, akhir Mei 2013.
Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Bondan Gunawan di Beijing, Kamis, mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan China.
"Diplomasi itu aspeknya banyak, ada antarpemerintah, antarpelaku bisnis, dan antarmasyarakat. Diplomasi antarmasyarakat terdiri atas bidang budaya, olahraga dan ilmu pengetahuan. Konser kolosal angklung ini merupakan bentuk diplomasi budaya," katanya menjelaskan.
Bondan mengatakan gagasan untuk menggelar konser kolosal 10 ribu angklung telah dimulai sejak satu hingga dua tahun lalu.
"Konser akan digelar di lapangan terbuka, dan dimainkan oleh 10 ribu orang yang sebagian besar adalah pelajar, mahasiswa serta warga masyarakat China," ungkap Bondan.
Namun, ada pula yang berasal dari masyarakat keturunan Tionghoa dari Kalimantan, Surabaya sekitar 500 orang yang akan bergabung dalam konser kolosal 10 ribu angklung tersebut, lanjutnya.
Konser kolosal 10 ribu angklung juga akan dicatatkan pada Guiness Book of Records. "Sebelumnya telah ada konser kolosal 5.000 angklung yang digelar perwakilan Indonesia di Amerika Serikat pada 2011," kata Bondan.
Direktur Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia "The Intangible Heritages" UNESCO.
"Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. Maka itu, kita terus berupaya agar angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan ," katanya.
Dalam konser kolosal angklung di Beijing Mei mendatang selain mengerahkan 10 ribu angklung, Saung Angklung Udjo juga mengirimkan 40 orang untuk ikut terlibat.
"Selama konser kolosal angklung itu, akan dilantunkan enam hingga tujuh lagu baik lagu Indonesia maupun China, yang akrab di telinga masyarakat masing-masing kedua negara, seperti `Ayo Mama` dari Indonesia atau `Yue Liang Dai Biao Wo De Xin` lagu dari China," katanya.
Taufik menambahkan, "Kami juga akan membawakan lagu yang agak sulit seperti lagu dari Queen. Kami ingin menunjukkan bahwa alat musik angklung mampu memainkan aransemen musik yang agak rumit,".

Tanggapan :

Dari contoh kasus diatas dapat dilihat bahwa kebudayaan Indonesia telah mampu mendunia. Ini membuktikan bahwa budaya Indonesia yang beragam tidak boleh dipandang sebelah mata dan budaya Indonesia juga mampu tampil di pentas dunia, supaya masyarakat dunia tahu kebudayaan Indonesia yang beragam.

Kita patut berbangga akan ini. Apalagi yang bermain alat musik angklung di konser kolosal angklung yang digelar di Beijing, China tersebut kebanyakan adalah warga China sendiri. Seperti juga yang terlihat pada gambar diatas tampak wisatawan asing pun terlihat antusias memainkan alat musik tradisional ini. Ini membuktikan bahwa alat musik ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para warga negara asing untuk memainkannya.

Konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia "The Intangible Heritages" UNESCO. Karena seperti yang dikatakan oleh Direktur Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat bahwa "Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. "

Maka dari itu, kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan  budaya ini harus terus berupaya agar budaya Indonesia termasuk angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan.

Pengalaman ISD sebagai MKDU



Manfaat Sosialisasi dan Berjejaring
Dalam bersosialisasi, tiap orang punya cara sendiri. Hal itu lagi-lagi tergantung pada kepribadian masing-masing orang. Kepribadian yang ekstrovert (terbuka) jelas lebih mudah bersosialisasi ketimbang yang introvert (tertutup). Akan tetapi kalau melihat tipe kepribadian KSMP atau DISC, maka yang sanguin atau influence tampaknya bakal lebih mudah menjalin hubungan dengan lebih banyak orang.

Di sini juga terletak apa yang dinamakan defence mechanism. Secara teoretis, dalam psikologi pengertiannya adalah suatu sistem mekanisme yang bekerja ketika ”aku” atau ”ego” terserang. Batasan terserang inilah yang membuat munculnya apa yang disebut ”ranah privat”. Dalam ”ranah privat”, individu menyimpan rapat-rapat apa pun yang ada di dalamnya dan tidak boleh seorang lain pun tahu tanpa seizinnya.

Nah, saat bersosialisasi, tentu kita akan membuka diri kepada orang lain untuk masuk ke dalam ranah privat kita. Karena selain memperkenalkan diri, tentunya kita akan memberikan cara bagi orang yang menjadi lawan bicara untuk dapat mengontak kita di kemudian hari. Makin sempit ranah privat seseorang, makin aman dia dalam kehidupannya. Artinya, ia tidak memiliki ”rahasia hidup” yang harus disembunyikannya sedemikian rupa.

Orang yang mudah bersosialisasi juga berarti pribadi yang berpikiran terbuka (open mind), memiliki rasa toleransi tinggi sehingga sanggup menerima perbedaan, dan tentunya mudah menerima hal baru. Dengan demikian, ia akan dapat dengan ringan menjalin hubungan baru karena dalam hidupnya segala sesuatu ’baik-baik saja’.

Harus diingat, ’baik-baik saja’ bukan berarti ’tidak ada masalah’, namun yang bersangkutan mampu menanganinya dengan baik. Secara internal, kejiwaannya sehat sehingga defense mechanism-nya bekerja minimal. Memang, tidak ada hidup yang sempurna. Semua pasti punya masalah pribadi. Namun bagi yang berpribadi kuat dan berjiwa sehat, masalah pribadi itu tidak sampai mengemuka ke ranah publik.

Artinya, ia tidak perlu membawa-bawa masalah di rumah ke kantor misalnya. Ini tentu akan berimbas pada sifat profesional yang antara lain terwujud dengan sikap menghargai orang lain. Namun di atas itu semua, ia justru lebih menghargai diri sendiri dengan proporsi sepantasnya. Karena bila berlebihan maka ia lantas jatuh lagi pada penyakit kejiwaan lain yaitu narcissisme.

Manfaat bersosialisasi tentu banyak, karena bagaimanapun kita sebagai manusia memang membutuhkan orang lain. Akan tetapi, kerap kali dalam hidup kita dapati orang-orang yang tidak mau bersosialisasi. Mereka seolah tidak membutuhkan orang lain. Padahal, sebenarnya itu mereka lakukan karena takut masalah pribadi mereka yang disimpan rapat di ranah privatnya terekspos ke ranah publik.

Di sini kita sering lupa, bahwa kita sendiri sebenarnya berhak menentukan sampai seberapa jauh orang lain dapat masuk ke ranah privat kita, tanpa harus menghindarinya sama sekali. Karena bila kita menolak sama sekali orang lain masuk, maka kita menjadi makhluk asosial yang aneh. Dengan pengertian itu, maka seharusnya kita tahu bahwa orang lain yang terhubung ke kita memiliki tingkatan. Ada yang kita anggap bak saudara sendiri, sahabat, karib, teman dekat, teman kantor, teman organisasi, teman bisnis, teman biasa, teman masa sekolah, pacar, pasangan hidup, temannya teman, atau sekedar pernah ketemu. Bahkan di era web 2.0 itu muncul lagi istilah teman virtual atau teman di dunia maya. Ada teman chatting, teman Friendster atau teman FaceBook. Bisa juga ada kategori teman tapi mesra, hehehe.

Itu semua sebetulnya cuma menunjukkan kalau kita sejatinya bisa punya banyak kategori teman. Tapi mereka yang asosial rupanya beranggapan hanya ada satu jenis teman dan itu berbahaya karena akan masuk ke ranah privat mereka. Padahal, bersosialisasi akan memudahkan membentuk jejaring. Dan mereka yang pandai berjejaring, bisa dipastikan lebih mudah meraih kesuksesan dalam hidup.

Teman atau jaringan yang kita punya akan menolong kita tanpa pamrih. Kalaupun ada imbalan yang diberikan, sifatnya mutualisme atau sama-sama untung. Dalam segala hal di kehidupan, makin banyak teman maka akan makin mudah seseorang mencapai kebutuhannya. Misalnya saja saat butuh tiket pesawat murah, kalau punya teman di maskapai penerbangan atau agen perjalanan tentu Anda akan dibantu mencarikannya tanpa jasa tambahan. Anda bisa mencari sendiri contoh-contoh semacam itu. Itulah antara lain manfaat bersosialisasi dan berjejaring.

Tanggapan :

Manusia sebagai makhluk sosial memang sudah seharusnya kita berinteraksi, bergaul, dan berkumpul dengan manusia lainnya. Karena ini memang sudah kodrat yang dimiliki manusia itu sendiri. Mulai dari kita lahir dan bertemu dengan orang-orang yang pertama kali kita jumpai di dunia, kita membutuhkan orang yang dapat membantu persalinan ibu kita agar ibu dan bayi yang akan lahir selamat.  Sampai ketika kita meninggal dan terakhir kali melihat orang-orang yang kita sayangi, kita sangat membutuhkan orang yang mengurusi pemakaman, untuk memandikan jenazah, mengkafani jenazah, dan lain-lain karena orang yang sudah meniggal tak akan mungkin mengurusi pemakamannnya sendiri.  Tak akan lepas dari peranan kita sebagai makhluk sosial.

Manfaat bersosialisasi dan mempunyai banyak teman memang banyak, karena bagaimanapun kita sebagai manusia memang membutuhkan orang lain. Akan sangat bagus jika kita mejadi pribadi yang mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik. Bukan menjadi makhluk asosial yang berpura-pura tidak membutuhkan orang lain. Karena dengan bersosialisasi akan memudahkan membentuk jejaring. Dan mereka yang pandai berjejaring, bisa dipastikan lebih mudah meraih kesuksesan dalam hidup.

Mengapa saya berkata demikian? Karena seperti yang sudah dikutip dari wacana di atas bahwa teman atau jaringan yang kita punya akan menolong kita tanpa pamrih. Kalaupun ada imbalan yang diberikan, sifatnya mutualisme atau sama-sama untung. Dalam segala hal di kehidupan, makin banyak teman maka akan makin mudah seseorang mencapai kebutuhannya. Misalnya saja saat butuh tiket pesawat murah, kalau punya teman di maskapai penerbangan atau agen perjalanan tentu Anda akan dibantu mencarikannya tanpa jasa tambahan. Anda bisa buktikan sendiri. Tapi tentunya hal ini hanya bisa dibuktikan jika teman anda itu orang baik dan bukan berniat untuk mencelakakan anda.

Karena proses sosialisasi itu sangat penting, maka Ilmu Sosial Dasar patut diberikan di berbagai jenjang pendidikan termasuk di perguruan tinggi. Di perguruan tinggi Ilmu Sosial Dasar patut dijadikan sebagai Mata Kuliah Dasar Umun (MKDU). Karena dengan adanya mata kuliah ini diharapkan para mahasiswa dapat menjadi pribadi sosial yang baik dan dapat menjadi lulusan yang baik pula.